Tradisi dan budaya hidup masyarakat Bali diungkapkan di dalam tarian mereka. Kita bisa mngetahiu tentang Agama Bali (Hindu) dari tarian mereka, kita juga bisa memahami peristiwa sejarah kebudayaan dan kehidupan keseharian masyarakat Bali lewat tarian mereka. Kita bisa mengilhami dari makna cara dan bangaimana masyarakat Bali memperlakukan alam ini, kelestarian dan keselarasan hidup anatara alam dan manusia.

Tarian menjadi salah satu budaya Bali yang sangat unik.
Sejarah tarian Bali garis besarnya peninggalan dari daerah jawa. Akibat Islamisation Jawa, kebudayaan Jawa seutuhnya menjadi hilang tetapi masih hidup terus di Bali dan sudah menjadi sebagian kebudayaan klasik Bali.

Tarian Bali tidak bisa terpisah dari agama. Sebelum mengadakan pertunjukan atau memulai tarian biasanya semua penari akan melakukan perSembahyangan di tempat keramat keluarga mereka untuk taksu (ilham) dari tuhan.

Tarian memenuhi sejumlah fungsi spesifik: mungkin menjadi media  kepercayaan untuk mengunjungi atau mendaekat Tuhan, penari bisa  bertindak sebagai semacam media hidup. Mungkin sebagai pendekatan diri kepada Tuhan. Mungkin juga menjadi hiburan.

Postur khas tarian Bali mempunyai kaki separuh-bengkok, batang tubuh bergeser ke satu sisi dengan siku dinaikkan dan diturunkan menampilkan sebuah kelenturan tangan dan jari yang luar biasa.

Banyak Sekali tarian drama Bali Seperti :

Tari Ramayana
Tari Barong
Tari Ghopala
Tari Semarayana
Tari Sanghyang Jaran
Tarian Perang – Gebug Ende
Tari Penyambutan – Tari Panyembrama
Tari Yudapati
Tarian Cinta – Legong Trunajaya ( I love this dance )

BaliKuBiru